Air mata kian mengalir tiada hentinya
Aku rindu insan yg telah lama ku tinggalkan
Namun mengapa tiada siapa yg mengerti seruan hatiku
Bulan, bintang, angin kalian menjadi saksi tangisanku malam ini
Aku terlalu sakit memikirkan apa yg akan terjadi pdku nanti
Sungguh aku tak percaya aku kian lemah
Lemah menyembah bumi yg kian ku berpijak di atasnya
Ku gagahi semangat ini
Ku langkahi jurang yg terdalam di lautan
Ku berenang dalam tangisan air mataku sendiri
Mengapa derita ini tiada henti
Salahkah jika aku mencuba tuk mencari sinar bahagia
Aku lelah dengan perjalanan yg kian menyiksa jiwa dan batinku
Ku susuri jalan yang berliku
Ku kentalkan semangat ini demi insan yg menyangiku
Namun terkadang aku jatuh dengan liku2 ini
Minda dan hati sering berperang
Sakit rasanya jiwa dan hatiku ini
Jalan mana yg harus ku tempuhi
Perlukah aku berkorban seumur hidupku??
Aku tak mampu terus tersenyum dengan beban derita di hati
Aku ingin pulang ke tempat asalkan
Di mana aku memperoleh kebahagiaan di sana
Meskipun derita namun aku juga di belai oleh kasih sayang yang tak terhingga
Angin??? Mengapa kau menyapa tubuhku kian kuat
Apa kau mengerti rasa sakit di hatiku??
Kau ingin memelukku tuk mengubati hatiku yang kian lara??
Duhai angin, kirimkan salah rinduku padanya
Aku tak mampu berperang dengan perasaan ini sendiri
Aku kian lemah, lelah tuk menyusuri perjalanan hidup sendiri
TUHAN, hamba memohon
Ringankan segala beban yang ku tanggung
Tabahkan hatiku seperti mana tabahnya perjuangan wanita2 solehah
Aku ingin menghuni syurgaMU
Jangan biarkan aku menjadi anak durhaka
Ku cuba tuk mengerti pengorbanan mereka
Namun aku kalah..
Aku sendiri lelah tuk selalu mengalah
Apa yang harus aku lakukan???
Bulan, bintang???
Tak bisakah kalian menerangi hidupku
Tak bisakah kalian menerangi hidupku
Seperti mana kalian menerangi alam ini???
Wahai angin..
Sampaikan salamku pada jejaka yang TUHAN takdirkan untukku
Khabarkan padanya aku ingin dia segera menjemputku
Bawalah aku lari dari kemelut ini
Aku lelah…
Aku tak mampu tuk melangkah lagi…









